Kamis, 18 Agustus 2011

Agustus 18, 2011 -

Bernilai Positif

Ada yang bilang diam itu emas dan tidurpun termasuk ibadah. Tapi sayangnya keadaan semacam ini hanya ada di bulan ramadhan saja. Coba kalau sepanjang tahun pasti semua bakal tersenyum manis walau tanpa gula. Di mana-mana terlihat islami dan sesama muslim saling bersapa salam ramah, saling memaafkan, saling hormat menghormati, dan saling-saling yang lainnya. Setuju kan?

Dunia terasa indah seakan banyak bertaburan bunga di mana-mana. Bau harum semerbak ke segala penjuru tanpa pilih kasih. Semua menikmati dengan ikhlas tanpa beban, merekapun percaya apa yang mereka kerjakan asal bernilai positif mengandung segi ibadah. Sungguh sesuatu yang luarbiasa bakal tercipta di tengah pemandangan surgawi. Alam dan seisinya bernyanyi riang penuh selaksa makna pesonanya.

Kedamaian dengan suka rela menguasai kehidupan kita dan kita ucapkan selamat tinggal angkara murka. Mari kita songsong suasana yang mampu membuat kita bahagia. Kita langkahkan semangat berbuat terbaik untuk orang lain. Dengan masing-masing kita berbuat demikian pasti akan berdampak positif untuk segala macam warna dan lika-liku hidup. Manusia hidup penuh dengan cobaan, kita diharapkan mampu menghadapinya dengan baik.

Prinsip "Jangan Mudah Menyerah" akan membawa kita menyebrangi cobaan itu. Jalan kita bakal mulus tanpa halangan yang berani mengganggu. Malah apa yang kita hadapi adalah hal yang selalu menyenangkan dan mengkesan. Semua terasa indah, ingat keberhasilan kita tergantung bagaimana kita memilih jalan itu sendiri. Seleksilah jalanmu terlebih dahulu, jangan asal jalan tanpa memikirkan apa yang bakal terjadi. Semua akibat kita sendiri yang akan menanggungnya.

Terakhir adalah kita semestinya pantas untuk memperoleh sesuatu yang berarti untuk hidup yang sebenarnya. Hidup yang sebenarnya yang pantas untuk kita adalah kedamaian, kenyamanan, ketentraman, persahabatan, ibadah yang didasari iman dan takwa tanpa terbesit penyakit hati walau cuma sedikit. Seandainya kita mau menilai hanya seharga barang second. Mari kita jelikan pikiran, hati, dan perasaan demi meraih hak kita untuk sejahtera. Sekian, jumpa lagi di artikel yang lain.