Senin, 05 Desember 2011

Desember 05, 2011 -

Talk About Tata Krama

Assalamu’alaikum Pembaca, terimakasih karena sudah menyempatkan membaca artikel ini. Kali ini, kita akan mengupas tentang tata krama. Pasti istilah itu sudah tidak asing lagi di kehidupan kita. Kita sering mendengarnya dari pergaulan kita sehari-hari tanpa kita mau tahu apa sih tata krama itu. Mulai saat ini dan selama kita hidup, mudah-mudahan tata krama tidak cuma menjadi istilah belaka tetapi menjadi sesuatu yang mesti kita jaga dan pelihara setiap saat dengan apapun keadaan kita.
            Kalau kita lihat dari istilah, tata krama berasal dari bahasa Jawa yaitu tata yang artinya aturan, menata, bersikap. Sedangkan krama itu sendiri memiliki arti kesopanan. Selain itu kita juga bisa mengkaji dari segi bahasa yaitu tata krama dimaknai sebagai batas-batas perilaku yang bisa dilakukan dalam menghadapi orang lain. Artinya kita harus mengerti dan bisa menata sikap kita ketika menghadapi orang lain sehingga kita terkesan memiliki kesopanan.
Pembaca yang terhormat. Kata “krama” berasal dari salah satu ragam bahasa Jawa yang memiliki nilai rasa tinggi karena apabila ketika berbicara menggunakan ragam bahasa ini akan dianggap sopan terhadap lawan bicara. Kepercayaan ini sudah melekat di kalangan masyarakat orang Jawa yang sudah turun temurun dari generasi ke generasi. Dalam hal ini orang akan dicap tidak memiliki kesopanan dalam berbicara ketika bahasa kramanya tidak baik. Benarkah demikian? Mari kita kaji terus!
Dengan keadaan yang demikian, pada kalangan remaja yang beranjak dewasa banyak yang mengalami kesulitan dengan bahasa itu. Banyak diantara mereka memilih banyak diam ketika menghadapi orang tua atau memilih menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarnya, itupun kalau yang diajak bicara mengerti bahasa Indonesia. Bagi remaja yang tumbuh dari keluarga yang membiasakan berbicara krama akan sedikit mengalami kesulitan karena tentunya sudah terbiasa dengan ragam bahasa itu.
Ragam bahasa itu memang luar biasa karena dengan kita betul-betul mempelajarinya, kita akan secara tidak langsung dilatih punya watak yang halus, perilaku yang sopan, bicara yang sesuai dengan unggah-ungguh atau aturan-aturan berperilaku yang ada. Anak yang tadinya mempunyai sikap kasar akan secara berangsur-angsur berubah baik seiring dengan kemampuannya menggunakan ragam krama tersebut. Pengin mencoba? Buktikanlah!
Kita sebagai manusia adalah makhluk yang bisa menyadari bahwa keberadaan kita terasa nyaman dan damai karena keberadaan orang lain yang bersikap sopan ke kita. Begitu indahnya kehidupan ini dengan dihiasi sikap itu. Setiap orang akan bertegur sapa dengan bahasa dan sikap yang baik. Tetapi kita juga menyadari bahwa apapun yang kita perbuat nantinya juga akan berbalik ke kita. Jadi mulailah berbuat baik ke orang lain sehingga orang lain akan melakukan yang sama. Setuju kan...
Marilah mulai dari sekarang kita melihat ke diri sendiri, apa yang menjadi halangan untuk menata sikap kita menuju yang lebih baik. Belajarlah dari orang lain yang berhasil sehingga referensi menuju kesana lebih mudah. Tunjukkan sikap kita yang terbaik, dengarkanlah ucapan mereka, jaga ucapan kita yang membuat mereka tidak senang, dan apabila diperlukan humor yang sewajarnya saja. Jangan sampai kita terlalu membanggakan diri berlebihan. Gunakanlah bahasa yang baik karena penggunaan bahasa itu sebagai cerminan kepribadian kita.
Kita tentunya menyadari bahwa kepribadian atau karakter orang berbeda-beda, akan tetapi karakter orang yang memiliki tata krama akan terlihat banyak kesamaan. Marilah kita mulai melihat dari sisi pribadi kita, apa tata krama itu sudah melekat dalam jiwa atau sekedar ikut-ikutan dan tak tahu apa perlunya tata krama itu untuk kehidupan. Renungkanlah apa kita sudah berperilaku tidak egois, meremehkan, menyinggung, membuat marah orang lain. Apabila jawabannya tidak pernah berarti kita sudah mengerti, memahami, dan sudah mengaplikasikan tata krama dalam kehidupan ini.
Sebagai seorang manusia, pertama kita harus bisa menagemen diri sendiri, yaitu mengatur diri kita sendiri yang di dalamnya terdapat segala macam kepentingan pribadi. Kedua adalah managemen hubungan dengan orang lain (sosial). Kita tak bisa memungkiri bahwa kita adalah makhluk sosial yang segala bidang kebutuhan kita mesti melibatkan orang lain. Managemen pribadi dan sosial perlu kita jaga supaya seimbang dan salah satu perawatan yang terbaik adalah berbuat sesuai dengan tata krama.
Di lingkungan kita ada variasi orang yang usianya berbeda, jabatan, sampai dengan keturunan darah biru atau priyayi. Kita tidak bisa menyamakan sikap kita dalam menghadapi mereka. Bahasa yang kita pergunakan tentu berbeda dan sebagai masyarakat Jawa kita menghormati lawan bicara dengan menggunakan bahasa Jawa krama yang benar, sehingga yang diajak bicarapun merasa dihormati dan kita tentu akan mendapat sambutan yang serupa atau bahkan bisa lebih.
Don’t worry be happy, biasakanlah walaupun sedikit demi sedikit menyapa orang dengan bahasa Jawa Krama tersebut. Bisa karena terbiasa! Kebiasaan itulah yang akan mematri akal dan jiwa kita untuk selalu spontanitas melakukan tata krama dalam kehidupan keseharian. Terpaksanya belum mampu berbahasa krama yang baik padahal ada pesan yang  harus cepat disampaikan, sementara pergunakan bahasa yang lainnya. Yang paling utama adalah pilihan kosa kata dalam bahasa itu adalah punya nilai rasa positif, sehingga kesan tata kramanya tetap ada. Orang lain senang karena kita, kitapun akan merasa lebih senang. See U.